Maria I.M. Indrawati

Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang

e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Abstrak

Kemampuan obat untuk mencapai jaringan target masih merupakan tantangan utama dalam teknologi farmasi. Bentuk terapi baru yang banyak dikembangkan saat ini adalah dengan memasukkan material genetik ke dalam sel, yang mana dapat digunakan sebagai terapi gen. Suatu pembawa dibutuhkan untuk menghantarkan gen masuk ke dalam sel yang mampu melindunginya dari degradasi nuklease serta melewati barrier pada sel. Kitosan merupakan polimer alami kationik yang memiliki sifat biokompatibel, biodegradabel dan toksisitas yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai pembawa obat atau gen. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan formulasi nanopartikel kitosan rantai pendek-plasmid EGFP serta evaluasi stabilitas terhadap nuklease, toksisitas pada sel kanker SP-C1 secara invitro.

Pembuatan nanopartikel kitosan rantai pendek-pEGFP menggunakan metode koaservasi kompleks antara muatan positif kitosan dan negatif pEGFP. Karakterisasi nanopartikel kitosan-pEGFP untuk mengetahui ukuran partikel dan morfologi partikel. DNase I dan serum darah digunakan untuk menguji stabilitas nanopartikel. Uji sitotoksik menggunakan kultur sel SP-C1.

Diperoleh ukuran rata-rata nanopartikel kitosan 0,02% dan 0,04% dengan pEGFP pada pH 4,0 dan pH 5,0 sebesar 220,0-623,3 nm, potensial zeta +8,28-10,19 mV dan morfologi partikel adalah sferik. Nanopartikel kitosan rantai pendek-pGFP stabil dalam DNase I dan serum darah .Uji sitotoksik nanopartikel menunjukkan toksisitas yang relatif rendah dengan persentase sel SP-C1 yang hidup >80%. Dari hasil ini menunjukkan bahwa kitosan dapat digunakan sebagai pembawa untuk pembuatan nanopartikel DNA dalam penghantaran gen nonviral.

 

Kata kunci : Kitosan, nanopartikel, plasmid EGFP, sitotoksik, kultur sel SP-C1