Maria Hilaria1, Florida N. Djaga2

1,2Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang

e-mail:

 

Abstrak

Di rumah sakit sebagian besar pasien rawat inap mendapatkan terapi antibiotik, sehingga di rumah sakit sangat potensial terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengunaan antibiotik pada pasien Infeksi Saluran Kemih di RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang tahun 2013. Penelitian ini menggunakan eksperimen deskriptif dengan pengumpulan data retrospektif. Data yang dikumpulkan berdasarkan jumlah Penderita Infeksi Saluran Kemih. Data yang dikumpulkan berdasarkan jumlah penyakit Infeksi Saluran Kemih, Jenis kelamin, usia, lama perawatan serta obat yang digunakan berupa nama, bentuk sediaan, kekuatan, dan kuantitas penggunaan antibiotik. Analisis kuantitatif penggunaan antibiotik dilakukan dengan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan pada pasien Infeksi Saluran kemih rawat Inap di RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang adalah golongan kuinolon dan beta laktam dan berdasarkan pengukuran ATC/DDD tahun 2013 yaitu seftriakson (4,241 DDD/100 HR; 41,62%).

 

Kata kunci  : Antibiotik, ATC/DDD, ISK