HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU TENTANG HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS PACARKELING SURABAYA

1.Sartje Sorah, 2. Dominggos Gonsalves

Hasil studi pendahuluan menunjukan kejadian Diare dipuskesmas Pacarkeling masih tinggi karena kurangnyakurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tingkat keberhasilan PHBS di Indonesia cenderung belum maksimal, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh multi faktor yaitu, pengetahuian, sikap dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalahMenganalisa hubungan antara perilaku ibu tentang hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita diPuskesmas Pacar Keling Surabaya. Jenis Penelitian analitik, desain penelitian cross sectional. Populasi seluruh ibu yang balitanya menderita diare dan berkunjung di Puskesmas Pacarkeling surabaya periode 25 Juli-30 Juli 2011. Sampel total populasi dengan cara pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu mengambil responden atau kasus yang kebetulan tersedia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang didesin sendiri oleh peneliti. Cara pengolahan dan analisa data yaitu diolah secara manual dan dianalisis secara komputerisasi dengan uji chi-square.

Hasilpenelitian diperoleh c2hitung = 19,1, c2tabel= 3,84, c2hitung > c2tabel(19,1 >3,84). Frekwensi sikap dari uji chi-square didapatkan chi-square c2hitung = 14,7,c2tabel= 3,84, c2hitung > c2tabel (14,7>3,84). Frekwensi Tindakan dari uji chi-square, didapatkanc2hitung = 5,6, c2tabel= 3,84, c2hitung > c2tabel (5,6>3,84). Frekwensi Kejadian didapatkan sebagian besar (57,90%) tidak mengalami Diare. Dari hasil diatas disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dengan kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Pacarkeling. Saran meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita untuk meningkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat diri dan keluarga.

 

Kata Kunci: Perilaku ibu, Bersih, sehat.