Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Tinggi Kesehatan merupakan program yang diprakarsai oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan finansial dari Pemerintah Australia melalui program Australia Indonesia Partnership for Health Systems Strengthening (AIPHSS), untuk penyelenggaraan Program PJJ di Poltekkes Kemenkes Kupang.

Program PJJ merupakan jawaban dari Pemerintah (Kemenkes) terhadap permasalahan kualitas tenaga kesehatan di lapangan. Tercatat sekitar 116,000 perawat dan bidan di seluruh Indonesia yang sedang melayani di Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik dan Fasilitas Layanan Kesehatan lainnya belum memenuhi standar jenjang minimum pendidikan tinggi tenaga kesehatan yang diatur dalam Permenkes No.17 tahun 2013 dan Permenkes No. 1464/menkes/per/X/2010. Dalam peraturan tersebut mengharuskan jenjang minimum kualifikasi perawat dan bidan adalah setara Ahli Madya (D-III).

Pada awal berkembangnya, Poltekkes kupang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh untuk program studi DIII keperawatan pada kabupaten Flores Timur dan program studi DIII Kebidanan di kabupaten Sumba Barat Daya. Untuk kelas pendidikan jarak jauh di kabupaten disebut dengan Unit Sumber Belajar Jarak Jauh (USBJJ), sedangkan Poltekkes Kupang disebut Unit program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ).

Untuk saat ini, Poltekkes Kupang telah memiliki empat USBJJ yang berada di kabupaten Flores Timur, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Utara, dan Ngada. Untuk kabupaten Timor Tengah Utara dan Ngada sendiri telah memiliki kelas keperawatan dan kebidanan yang mengikuti program pendidikan jarak jauh.

Berikut ini adalah jumlah mahasiswa Pendidikkan Jarak Jauh :

No USBJJ (Kabupaten)

Mahasiswa

Keperawatan

Mahasiswa Kebidanan
1 Flores Timur  39  81
2 Sumba Barat Daya  47  
3 Timor Tengah Utara 20 39
4 Ngada  19  
5 Fakfak (Papua Barat) 123 35
   Jumlah  248 155