Pengabdian masyarakat yang berpusat di gereja. Pengabmas dilaksanakan di desa Oebola,Kabupaten Fatuleu mengusung tema Pencegahan Stunting.  Prodi sanitasi ambil bagian dalam kegiatan edukasi masyarakat tentang penggunaan air bersih, sanitasi dan praktek hygiene yang baik dapat mencegah stunting pada balita. Edukasi di lakukan karena disadari akses air bersih, sanitasi yang layak dan praktek hygiene yang baik dapat mencegah terjadinya penyakit infeksi seperti diare dan kecacigan yang merupakan determinan kejadian stunting pada balita. Menurut laporan pendeta selaku Ketua Majelis jemaat, bahwa di lingkungan jemaatnya dan juga di lingkungan tempat tinggalnya. Semua rumah tangga memiliki sarana sanitasi antara lain, jamban atau kakus degnan jenis leher angsa. Hal ini di yakininya setelah berkelingling ke setiap rumah jemaatnya. Namun yag masih menjadi masalah adalah akses terhadap sarana air bersih, serta perilaku hygiene yang masih belum baik.

Kegitaan dilakukan atas dukugan berbagai sector, yaitu gereja atau pimpinan jemaat, pemerintah desa serta puskesmas dan Poltekkes Kemenkes Kuapng dengan berbagai sumber daya yang dimiliki.  Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari orang tua anak- anak dan remaja antusias mendengarkan edukasi yang di berikan oleh para penyuluh dari berbagai Prodi dalam lingkup Poltekkes Kupang. Selain itu, kegitaan ini menggambarkan pendekatan kolaborsi lintas profesi yang terintegrasi dalam program studi dalam lingkup poltekkes kemenkes kupang memberikan manfaat bagi pemahaman yang masyarkaat yang comprehensive bahwa mencegah stunting dilakukan melalalui kerjasama lintas profesi dan lintas sektor.