Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Kupang, Kegiatan tersebut dilakukan 2 (dua)kali dalam setahun yaitu LDK Tahap 1 yang melibatkan seluruh Mahasiswa Semeser 2 (dua) dari semua Program Studi yang ada. Sedangkan untuk LDK ke 2 (dua) juga mahasiswa dari Semester 2 tapi hanya diambil 25 (dua puluh lima) orang peseta dari masing-masing Program Studi yang dipersiapkan untuk mengikuit pemilihan Badan Pengurus Baru yaitu Ormawa Poltekkes Kemenkes Kupang antara lain BEM,BLM, HMJ dan HMPS periode 2022-2023.

     

Dalam laporan awal yang di hadiri juga oleh Wadir I Irfan, SKM.M.Kes, Wadir II, Dra Elisma, Apt.M.Si, Para Ketua Jurusan/Ketua Program Studi, Kasubag, Kepala Pusat, Kepala SPI, Kepala Unit dan Penanggung Jawab Kemahasiswaan dari masing-masing Prodi  disampaikan oleh Ketua Panitia pada pembukaan LDK tahap 2 (dua) di Aula Cendana Wangi Direktorat Poltekkes Kemenkes oleh Ishak Djari,SE.MM bahwa kali ini kita bekerjasama lagi dengan TIM TRUSTCO JAKARTA untuk dapat mendampingi peserta selama 2 hari yang berlangsung di Kupang yang melibatkan Mahasiswa/I dari Prodi Kebidanan, Gizi, D III Keperawatan Kupang, PPN, Sanitasi, Farmasi, Kesehatan Gigi dan TLM yang berjumlah 200 (dua ratus) orang peserta. 

Ketua Panitia Latihan Dasar Kepemimpinan Tahap 2 Ishak Djari, SE.MM menyampaikan bahwa

  • Kompetensi kepemimpinan mahasiswa tidak akan muncul begitu saja, tetapi secara sadar dan terencana harus dilahirkan. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan peningkatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah dan seluruh stakeholder kemahasiswaan mesti dilakukan secara sistemik, terstruktur, terukur dan berkelanjutan.
  • Kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaaan harus dapat mendorong pribadi mahasiswa untuk mengenali dirinya dengan baik, agar dapat menyalurkan bakat, potensi dan minatnya pada kegiatan yang menunjang masa depan profesinya, serta akhirnya dapat menjadi bagian dari solusi di masyarakat.
  • Mahasiswa juga memiliki tugas akademik yaitu harus sukses belajar, lulus tepat waktu, serta dapat bekerja dibidang profesinya. Kesuksesan sebagai mahasiswa perlu disiapkan dengan membekali kemampuan mahasiswa untuk menjadi manajer pada dirinya sendiri (self management). Program pembinaan mahasiswa harus dapat mempercepat proses pendewasaan pada dirinya (tanggung jawab), memberikan sejumlah pengalaman yang terstruktur untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berorganisasi, kerjasama, dan kemampuan pemecahan masalah.

Pada kesempatan yang sama Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang dalam hal ini yang diwakili oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Wilhelmus Olin, SF, Apt.MSc dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan tersebut secara resmi mengimbau kepada peserta yang hadir agar bisa mengikuti kegiatan LDK dengan baik karena kegiatan ini memberikan pembelajaran dan motivasi yang baik bagi seluruh peserta untuk bisa mengembangkan potensi dirinya lebih baik untuk menjadi calon pemimpin masa depan dikemudian hari dan  harus disiplin, tegas, jujur, berkarakter dan mempunyai dedikasi yang tinggi. Lebih lanjut Wilhelmus Olin,SF,Apt.MSc menyampaikan bahwa kegiatan LDK Tahap 2 ini merupakan peserta terbaik yang di pilih dari masing-masing Prodi untuk dapat memberikan kontribusi yang terbaik karena akan diikutkan pada pemilihan Pengurus Ormawa baik itu BEM, BLM, HMJ dan HMPS untuk periode 2022-2023.

 

    

Untuk itu diharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan tertib. Wilhelmus Olin juga menyampaikan bahwa Tim dari PT. Trustco Cipta Madani Jakarta merupakan tim yang sangat professional di bidangnya sehingga tidak perlu di ragukan lagi. Tim tersebut terdiri dari Muhamad Apud Kusaeri, S.Pd.M.Si, Mohamad Rosiman, S.Si dan Bemby Yasyam, Psi.M.Psi yang di ketua oleh Bpk. Muhamad Apud. Lebih lanjut Direktur yang dalam hal ini di wakili oleh Wadir III mengharapkan  agar mahasiswa dalam mengikuit LDK tahap 2 ini dapat Peduli dengan masalah akademik dan lingkungan sosialnya, Bekerjasama dalam tim untuk kegiatan kemahasiswaan, Terlibat aktif dalam Organisasi Kemahasiswaan.