Prinsip herd immunity ini adalah minimal 2/3 dari populasi harus memiliki antibody pada time frame yang sama, sehingga program vaksinasi ini kuncinya adalah kecepatan. Untuk mendukung percepatan ini, tentu harus ada kerja sama antara pusat dan daerah, karena kita memiliki sistem politik pembagian kekuasaan, dimana ada Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, bahkan Pemerintah Desa, yang mana Kepala Desanya adalah pejabat politik karena dipilih oleh rakyat dan memiliki anggaran sendiri. Percepatan vaksinasi nasional harus dilakukan demi mewujudkan Indonesia Sehat sesegera mungkin 

             

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kupang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan NTT dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang membuka pos percepatan pelaksanaan vaksinasi. Tujuan besar dari program vaksinasi nasional COVID-19 adalah terwujudnya kekebalan kelompok. Semua pihak perlu bersinergi dan berkolaborasi untuk dapat mengakselerasi program vaksinasi sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai

      

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Ibu Dr. R.H Kristina, SKM., M.Kes menyampaikan percepatan vaksin covid-19 kepada pelayan publik di Poltekes Kemenkes Kupang, merupakan hasil koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kupang. Doktor Kristina menjelaskan, KKP bertugas mendata peserta penerima vaksin,berperan sebagai unit yg memiliki Akun PCare dan tenaga SDM Kesehatan, dan juga vaksinator.  Poltekes Kupang menyediakan SDM Vaksinator dan tempat, sedangkan Dinas Kesehatan NTT menyediakan vaksin dan sebagai institusi yang memiliki kewenangan untuk megelola seluruh kegiatan.

“Khusus Kupang kita punya 33 Vaksinator yang sudah telatih dan bersertifikat dari pusat, dan 33 Vaksinator kemudian disebar ke empat Posko. Posko pelayanan satu di Jurusan Gigi, dua di Jurusan Keperawatan, tiga di Jurusan Kebidanan, dan empat di KKP Kupang. Dan masing-masing Posko ini untuk enam orang perhari yang diseting pada setiap lokasi,” jelas Doktor Kristina. Dr. Ragu Harming Kristina juga mengajak masyarakat yang sudah terdaftar mendapat vaksin covid-19, agar segera mengikuti program vaksinasi karena vaksin covid-19 itu aman dan halal, serta memberi perlindungan kepada tubuh.

 

“Vaksin ini tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Terbukti dari kami sudah melakukan vaksinasi pada seribu lima ratus lebih penerima vaksin pelayan public, tidak ada satu pun kejadian Kipi artinya kejadian ikutan pasca imunisasi. Nah setelah dipantau tidak ada yang melaporkan Kipi. Karena itu masyarakat mari divaksin. Jangan takut. Vaksin ini aman dan kemudian tidak menimbulkan yang membuat kegelisahan dalam tubuh kita. Kami semua sudah menerima dan merasa tidak ada permasalahan yang menakutkan,” ajak Doktor Kristina.

Sebanyak 135 wartawan yang bertugas di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mendapatkan vaksin Covid-19, Jumat (12/3). Pelaksanaan vaksin bagi pekerja media ini merupakan bagian vaksinasi untuk pelayan publik. Vaksinasi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT bekerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Kupang. Pihak Poltekkes Kemenkes Kupang menyediakan 4 pos layanan vaksinasi Covid-19 bagi pelayan publik yakni pos vaksin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang, pos vaksin di Kampus Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang, pos vaksin di Kampus Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang Kupang, dan pos vaksin di Kampus Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang

 


Sementara itu, berkaitan dengan kesediaan tenaga vaksinator di Poltekes Kemenkes Kupang, Koordinator Pos Vaksinasi Jurusan Keperawatan Florentianus Tat selaku Ketua Jurusan Keperawatan kepada RRI juga menjelaskan bahwa, untuk ketersediaan SDM petugas vaksinasi covid-19 mereka telah mendapat pelatihan khusus oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Balai Pelatihan Kesehatan Pusat secara online. Program percepatan vaksinasi covid – 19 sudah dilaksanakan sampai dengan tahap 2 dan berakhir pada hari jumat tanggal 26 Maret 2021. Vaksinasi tahap dua ini prioritasnya untuk lansia dan pekerja pelayan publik. Untuk lansia dilayani di Puskesmas dan rumah sakit di Kota Kupang. Sedangkan yang lainnya di Poltekkes Kupang. Dengan ini berarti Poltekkes Kupang selain mendukung pemerintah provinsi NTT juga melaksankan intruksi lansung dari Dirjen Kementerian Kesehatan RI yang meminta seluruh Poltekkes se-Indonesia untuk  mendukungan program percepatan vaksinasi bersam Kantor Kesehatan Pelabuhan

 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat juga ikut memantau pelaksanaan vaksin bagi pekerja media di Kupang, NTT. Vaksin tahap pertama bagi pekerja media di ibukota provinsi itu berlangsung di Gedung Farmasi Stikes Kemenkes Kupang di Jalan Farmasi, Penfui, Kota Kupang. Bapak Gubernur Viktor Laiskodat meninjau Aula Farmasi, lokasi pendaftaran calon peserta vaksin. Selanjutnya, menuju ruang skrining dan pemeriksaan, ruang suntik dan ruang observasi. Gubernur menyempatkan untuk berbincang dengan para dokter serta pekerja media. Kepada pekerja media, ia menegaskan bahwa vaksin yang disuntik adalah vaksin terbaik di dunia saat ini berdasarkan hasil riset badan kesehatan dunia PBB (WHO). Karena itu, meminta seluruh pelayan publik khususnya pekerja media untuk menerima dan mendukung vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.