Pasca pelantikannya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi D. P.  Ataupah melakukan kunjungan perdananya ke institusi pendidikan kesehatan Kementerian Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang, kamis (06/08/2020)  Didampingi Kepala Bidang SDM Kesehatan Dinkes Provinsi NTT, Joyce M. Tibuludji, SKM.,MKes. dan Kepala Seksi Pengembangan SDM Kesehatan, dr. Meserasi disambut langsung oleh Direktur Poltekkes Kupang, Dr. R.H. Kristina, SKM, MKes.

dr. Meserasi, kemudian didampingi Kabid SDMKes dan Direktur Poltekkes Kupang, melakukan temu sapa dengan para pejabat di lingkup Poltekkes Kemenkes Kupang. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wadir I, II, dan III, Kajur Keperawatan, Kebidanan, Sanitasi, Keperawatan Gigi, Gizi, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Kaprodi D4 Keperawatan, Kaprodi Keperawatan Ende, Kaprodi Keperawatan Waingapu, dan Kaprodi Keperawatan Waikabubak.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kupang, Dr. Kristina, mengucapkan selamat kepada dr. Meserasi atas pelantikannya, dan berharap agar kerja sama antara Dinkes dan Poltekkes dapat semakin baik di masa yang akan datang. Dr. Kristina juga menyampaikan kebutuhan civitas Poltekkes dalam kelancaran menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.

Kadis Kesehatan: Pemprov Siap Bantu Poltekkes Jalankan TriDharma PT

Menanggapi ungkapan harapan dari civitas Poltekkes Kupang yang disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kupang, Dr. Kristina, Kadis dr. Meserasi menyampaikan bahwa Pemprov melalui Dinkes akan mendukung pelaksanaan kegiatan TriDharma PT Poltekkes Kupang agar nanti hasil pelaksanaannya dapat mendukung pengembangan dan penerapan kebijakan kesehatan yang tepat guna bagi seluruh masyarakat

         

dr. Meserasi, menambahkan bahwa hasil penelitian dari Poltekkes Kupang sangat diharapkan dan dibutuhkan karena sesuai dengan ciri khas kepemimpinan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat yang sangat berbasis penelitian. “Poltekkes Kupang tidak usah takut, gubernur kita ini beda. Beliau akan sangat mendukung berbagai penelitian yang bermanfaat langsung bagi masyarakat NTT”, ungkap dr. Meserasi.

Pernyataan dr. Meserasi ini disambut antusias oleh Dr. Kristina selaku Direktur Poltekkes Kupang. Dr. Kristina menambahkan bahwa Poltekkes Kupang juga membutuhkan perhatian khusus dari Dinkes baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam 4 persoalan pokok yaitu penyerapan lulusan, pelatihan CI di rumah-rumah sakit, buku-buku perpustakaan, dan terutama alat rapid test covid-19 untuk mengecek kondisi para peserta didik menjelang pembukaan tahun akademik baru 2020/2021.

                        

Hal ini ditanggapi serius oleh Kadis Kesehatan, melalui Kabid SDM Kesehatan, Joyce M. Tabuludji. Menurut Joyce pihaknya akan menjadikan Poltekkes Kupang sebagai prioritas dalam penyaluran alat rapid test Covid-19 serta berupaya mencarikan jalan keluar untuk 3 hal lain yang disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kupang.

Butuh Tenaga Medis Berkualitas dan Ber-Etika

Dalam sambutannya, dr. Meserasi menekankan kualitas dan etika tenaga medis di NTT. “Ini sejalan dengan fokus Menteri Kesehatan sekarang yang menitikberatkan pada kualitas para tenaga medis”.

Baginya, saat ini kualitas kognitif (intelek) dan psikomotorik (keterampilan) memang tetap menjadi harapan, namun yang terutama, di lapangan, dibutuhkan tenaga-tenaga medis yang memiliki etika yang baik dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai paramedis. “Kognitif dan psikomotor memang perlu, namun saya lebih menitikberatkan pada attitude atau etika para tenaga medis. Sehingga di lapangan nanti kita tidak berhadapan lagi dengan persoalan pelayanan di daerah terpencil dan tertinggal karena tenaga medis di tempat itu enggan melayani karena alasan lokasi”.

                        

dr. Meserasi berharap agar institusi Poltekkes Kemenkes Kupang dapat turut menanamkan pembelajaran etika dan attitude tenaga medis ini kepada para peserta didiknya agar nanti mereka dapat menjadi lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat NTT yang kebanyakan daerahnya masih terpencil dan susah diakses.