“Masyarakat Sehat Bebas Penyakit Tropis dan Stunting adalah thema kegiatan, Jumlah mahasiswa adalah 537 peserta. Prinsip kerja adalah kolaborasi profesi dari 7 prodi (Keperawatan, Kebidanan, sanitasi, Farmasi, Kesehatan gigi, Gizi dan Analis Kesehatan). Tinggal dan hidup dengan masyarakat selama 2 minggu kedepan, menemukan masalah penyakit. Diawali dengan pra interaksi dan praktek langsung melalui bimbingan dari dosen pembimbing. Poltekkes Kupang ingin berpartisipasi dan berkontribusi dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat, khususnya dalam mencegah berbagai penyakit dan mendukung program pemerintah dalam mengatasi masalah stunting.” disampaikan Dr. Rafael Paun dalam laporan ketua panitia. Sebelumnya kegiatan ini telah diawali dengan pembekalan kepada 537 mahasiswa dan 109 dosen pembimbing (3-4 Maret 2020), dengan menghadirkan Direktur dan tim IPE, sekcam Kupang Tengah (Reni Muskanan), Sekcam Fatuleu Tengah (Melki Belo)  dan Tim Penggerak PKK Propinsi (Retno Nuningsih)

 
Dr. Kristina selaku direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah praktek kerja nyata terpadu pertama. Kehadiran mahasiswa diharapkan akan membantu pemerintah Kab Kupang dalam rangka menemukan persoalan masalah penyakit menular tropis seperti TBC, Hepatitis, Kecacingan, dan Malaria. Dukungan penuh dari pemda sangat di harapkan untuk mendukung pencapaian target kinerja dari program PKN. Lokasi PKN adalah Kecamatan Kupang Tengah: 4 desa (Oelnasi, Oelpuah, Noelbaki, Penfui Timur) dan Kecamatan Fatuleu Tengah: 1 desa model PKK (Desa Oelbiteno).


Wakil Bupati, Jerry Manafe dalam penerimaannya menyampikan terima kasih dan penghargaan setingi-tingginya kepada direktur poltekkes kupang atas dipilihnya Kab Kupang menjadj lokasi PKN. “Kehadiran 537 mahasiswa adalah jumlah yang besar, maksimalkan masa PKN 28 hari kedepan,  saya berharap tidak ada hambatan dan mahasiswa tidak terlantar di lapangan” Kata Jerry. Selanjutnya Wabup berpesan kepada Camat dan Kades yang hadir bahwa kasus DBD dan flu Africa ASF lagi marak di masyarakat Kab Kupang saat ini. Diharapkan peran mahasiswa untuk memberikan informasi ke masyarakat. Masalah stunting tertinggi ada di Kec Kupang Tengah dan Kup Timur. Diharapkan kepada desa memberikan pendampingan penuh kepada mahasiswa yang akan turun ke lapangan.

                                
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan mahasiswa PKL, unsur pengelola Poltekkes Kemenkes Kupang (Wadir I, II, III, Ketua Jurusan/Kaprodi, para Kasubag, Kepala Pusat, Ka Unit, Dosen Pembimbing), Sekda, Obet Laha, Asisten I, Rima Salea, Camat, Kepala Desa dan Staf dari Kantor Bupati Kupang.